halo@chebira.com

Senin s/d Jumat 07:00 - 15:00
0816262579

Semangat Sumpah Pemuda adalah napas kebersamaan yang mengikat bangsa Indonesia. Nilai persatuan, semangat perjuangan, dan rasa cinta tanah air yang diwariskan oleh para pemuda pada tahun 1928 menjadi fondasi penting dalam membangun karakter anak bangsa — bahkan sejak usia dini.

Di Chebira Montessori School, semangat itu dihadirkan secara nyata dalam kegiatan belajar sehari-hari. Melalui pendekatan Montessori, anak-anak tidak hanya mengenal sejarah, tetapi juga mengalami langsung makna kebersamaan, kerja sama, dan cinta Indonesia dalam aktivitas yang menyenangkan dan sesuai dengan tahap tumbuh kembang mereka.

Mengapa Anak Usia Dini Perlu Mengenal Sumpah Pemuda?

Masa anak usia dini adalah waktu terbaik untuk menanamkan nilai-nilai kebangsaan. Pada tahap ini, anak mulai memahami konsep diri dan lingkungan sosialnya. Di sinilah pentingnya mengenalkan Sumpah Pemuda anak usia dini agar mereka belajar arti persatuan dalam keberagaman sejak awal.

Mengenalkan Sumpah Pemuda bukan berarti memberi pelajaran sejarah yang kaku. Justru, anak dapat diajak merasakan semangatnya melalui aktivitas yang sesuai dunia mereka: bermain, bereksperimen, dan berimajinasi.

Cara Mengenalkan Sumpah Pemuda pada Anak Lewat Pendekatan Montessori

Pendekatan Montessori memungkinkan anak belajar melalui aktivitas konkret dan pengalaman langsung. Inilah beberapa cara kreatif yang bisa dilakukan guru maupun orang tua untuk menanamkan nilai Sumpah Pemuda:

  1. Cerita Interaktif Tentang Persatuan
    Gunakan media bergambar untuk menceritakan kisah para pemuda yang berjuang menyatukan Indonesia. Ajak anak berdiskusi dengan pertanyaan sederhana seperti “Apa artinya bekerja sama?” atau “Bagaimana caranya berteman dengan yang berbeda?”.
  2. Aktivitas Montessori Mengenal Batik dan Budaya Indonesia
    Dalam semangat memperingati Sumpah Pemuda, anak-anak di Chebira Montessori School mengikuti kegiatan “Montessori mengenal batik”.
    Mereka mencetak pola batik dengan spons dan cat alami, mengenal motif dari berbagai daerah, dan memahami bahwa perbedaan budaya justru memperkaya Indonesia. Selain itu, kegiatan ini juga melatih motorik halus dan menumbuhkan kreativitas anak.
  3. Bernyanyi Lagu-Lagu Persatuan
    Melalui lagu seperti “Satu Nusa Satu Bangsa” atau “Tanah Airku”, anak-anak belajar tentang kebersamaan dan semangat cinta tanah air. Musik membantu mereka mengingat nilai-nilai nasionalisme dengan cara yang riang dan berkesan.
  4. Membuat Peta Indonesia Mini
    Dengan bahan sederhana, anak-anak dapat membentuk pulau-pulau Indonesia menggunakan tanah liat atau kertas warna. Saat mereka menata peta, guru bisa mengajak anak berbicara tentang perbedaan daerah yang tetap bersatu dalam satu bangsa.
  5. Practical Life: Kerja Sama dan Gotong Royong
    Dalam kegiatan Montessori sehari-hari, anak diajak bekerja sama—menata meja, membersihkan area belajar, atau membantu teman. Aktivitas sederhana ini menjadi sarana alami menanamkan nilai gotong royong yang juga merupakan semangat Sumpah Pemuda.

Nilai Nasionalisme dari Pengalaman Nyata

Ketika anak terlibat langsung dalam aktivitas yang mencerminkan semangat persatuan, nilai-nilai nasionalisme tumbuh dengan sendirinya. Pendekatan Montessori tidak hanya mengajarkan pengetahuan, tetapi juga membangun karakter melalui pengalaman konkret. Anak belajar bahwa meskipun berbeda, semua tetap bisa bekerja sama demi tujuan bersama—seperti para pemuda Indonesia dahulu.

Peran Guru dan Orang Tua Sangat Penting

Guru dan orang tua memiliki peran besar dalam menumbuhkan semangat cinta Indonesia. Dalam metode Montessori, keduanya menjadi pendamping yang menuntun, bukan sekadar pengajar. Dengan memberikan ruang anak untuk bereksplorasi dan mengemukakan pendapat, nilai-nilai seperti menghargai perbedaan, berani berpendapat, dan bekerja sama dapat tumbuh secara alami.

Di Chebira Montessori School, kami percaya bahwa rasa cinta tanah air tumbuh dari pengalaman yang sederhana namun tulus—seperti belajar mengenal batik, bekerja sama, dan menghargai sesama.

Kunjungi Chebira Montessori School dan jadikan setiap momen belajar anak sebagai langkah awal mencintai Indonesia sejak dini.


Frida

Halo! Saya Frida yang merupakan seorang yang memiliki pengalaman dalam pemasaran digital. Saya memiliki keahlian dalam kepenulisan yang menguasai berbagai topik, termasuk gaya hidup, entertainment, pendidikan, dan kesehatan. Mari bersama-sama mencapai puncak!


Komentar

WhatsApp Logo